Kamis, 10 Maret 2011

Masalah Perkembangan individu


MASALAH PERKEMBANGAN INDIVIDU

A.      PENDAHULUAN
Manusia sepanjang hidupnya selalu mengalami perkembangan. Perkembangan tersebut berlangsung dalam beberapa tahap yang saling berkaitan. Perkembangan (Development) merupakan suatu proses yang pasti di alami oleh setiap individu, perkembangan ini adalah proses yang bersifat kualitatif dan berhubungan dengan kematangan seorang individu yang ditinjau dari perubahan yang bersifat progresif serta sistematis di dalam diri manusia. Gangguan pada salah satu tahap dapat mengakibatkan terhambatnya perkembangan secara keseluruhan.
Perkembangan adalah perubahan kearah kemajuan menuju terwujudnya hakekat manusia yang bermartabat atau berkualitas. Perkembangan memiliki sifat holistik (menyeluruh/kompleks) yaitu : terdiri dari berbagai aspek baik fisik ataupun psikis, terjadi dalam beberapa tahap (saling berkesinambungan), ada variasi individu dan memiliki prinsip keserasian dan keseimbangan.

B.       DEFINISI PERKEMBANGAN INDIVIDU
Perkembangan (development) berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Perubahan ini bersifat kualitas mengenani suatu proses integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang kompleks (Hurlock: 1991).
J.P.Chaplin (1989) mengemukakan empat arti perkembangan ; (1) perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organisme, mulai lahir sampai mati; (2) pertumbuhan; (3) perubahan dalam bentuk dan dalam integrasi dari bagian-bagian jasmaniah ke dalam bagian-bagian fungsional; dan (4) kedewasaan atau kemunculan pola-pola dari tingkah laku yang tidak dipelajari.
Dalam pengertian tersebut, kata kunci yang menjadi bahasan utama adalah perubahan. Perubahan dalam diri manusia terdiri atas perubahan kualitatif akibat dari perubahan psikis , dan perubahan kuantitatif akibat dari perubahan fisik. Perubahan kualitatif sering disebut dengan “perkembangan”, seperti perubahan dari tidak mengetahui menjadi mengetahui, dari kanak-kanak menjadi dewasa dan seterusnya.
Perkembangan tidak terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin membesar, melainkan didalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang terus menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju ketahap kematangan melalui, pertumbuhan, pematangan dan belajar.
Perkembangan menghasilkan bentuk-bentuk dan ciri-ciri kemampuan baru yang berlangsung dari tahap aktivitas yang sedarhana ke tahap yang lebih tinggi. Perkembangan ini bergerak secara berangsur-angsur tetapi pasti, melalui satu tahap ke tahap berikutnya yang kian hari kian bertambah maju. (Desmita: 2008)
Ini menunjukkan bahwa sejak masa konsepsi sampai meninggal dunia, individu tidak pernah statis, melainkan senantiasa mengalami perubahan-perubahan yang bersifat progresif dan berkesinambungan. Selama masa kanak-kanak sampai menginjak remaja misalnya, ia mengalami perkembangan dalam struktur fisik dan mental, jasmani dan rohani sebagai cirri-ciri dalam memasuki jenjang kedewasaan. Demikian seterusnya, perubahan-perubahan individu itu berlangsung terus tanpa henti.

C.       PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN INDIVIDU
Menurut Hurlock (1978) bahwa ada 10 fakta dasar mengenai perkembangan - yang biasanya disebut "prinsip-prinsip perkembangan", yaitu :
·       Prinsip pertama perkembangan adalah bahwa perkembangan menyangkut perubahan, tujuan perkembangan adalah realisasi diri atau pencapaian kemampuan bawaan.
·       Prinsip kedua perkembangan adalah bahwa perkembangan awal lebih penting daripada perkembangan selanjutnya, karena dasar awal sangat dipengaruhi oleh proses belajar dan pengalaman. Apabila perkembangan membahayakan penyesuaian pribadi dan sosial anak, ia dapat diubah sebelum menjadi pola kebiasaan.
·       Prinsip ketiga perkembangan menekankan kenyataan bahwa perkembangan tmbul dari interaksi kematangan dan belajar dengan kematangan yang menetapkan batas bagi perkembangan.
·       Prinsip keempat perkembangan adalah bahwa pola perkembangan dapat diramalkan, walaupun pola yang dapat diramalkan ini dapat diperlambat atau dipercepat oleh kondisi lingkungan di masa pralahir dan pascalahir.
·       Prinsip kelima perkembangan adalah bahwa pola perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang dapat diramalkan. Yang terpenting diantaranya ialah adanya persamaan pola perkembangan bagi semua anak; perkembangan berlangsung dari tanggapan umum ke tanggapan spesifik, perkembangan terjadi secara berkesinambungan, berbagai bidang berkembangan dengan kecepatan yang berbeda; dan terdapat korelasi dalam perkembangan.
·       Prinsip keenam perkembangan adalah bahwa terdapat perbedaan individu dalam perkembangan yang sebagian karena pengaruh bawaan dan sebagian karena kondisi lingkungan. Ini berlaku baik dalam perkembangan fisik maupun psikologis.
·       Prinsip ketujuh perkembangan adalah bahwa terdapat periode dalam pola perkembangan yang disebut periode pralahir, masa neonatus, masa bayi, masa kanak-kanak awal, akhir masa kanak-kanak dan masa puber. Dalam semua periode ini terdapat saat-saat keseimbangan dan ketidakseimbangan; serta pola perilaku yang normal dan yang terbawa dari periode sebelumnya biasanya disebut perilaku "bermasalah".
·       Prinsip kedelapan perkembangan adalah adanya harapan sosial untuk setiap periode perkembangan. Harapan sosial ini berbentuk tugas perkembangan yang memungkinkan para orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa anak-anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang diperlukan bagi penyesuaian yang baik.
·       Prinsip kesembilan perkembangan adalah bahwa setiap bidang perkembangan mengandung kemungkinan bahaya - baik fisik maupun psikologis - yang dapat mengubah pola perkembangan.
·       Prinsip kesepuluh perkembangan adalah bahwa kebahagiaan bervariasi pada berbagai periode dalam pola perkembangan. Tahun pertama kehidupan biasanya yang paling bahagia dan masa puber biasanya yang paling tidak bahagia.
Hamalik (2004) berpendapat bahwa ada tujuh prinsip dasar dalam perkembangan manusia, yaitu :
·       Perkembangan sebagai fungsi interaksi antara organisme dengan lingkungan. Menurut aliran interactionist bahwa pembawaan menyediakan potensi-potensi yang berinteraksi dengan lingkungan yang dinamis.
·       Perkembangan berlangsung lebih cepat pada tahun-tahun permulaan. Perkembangan yang paling cepat terjadi pada tahun-tahun permulaan, tetapi perlu disadari bahwa perkembangan itu berlangsung seumur hidup. Sekalipun mungkin pola-pola kepribadian terbentuk pada usia sebelum sekolah, manifestasi sifat-sifat kepribadian mengalami perubahan selama manusia hidup.
·       Kematangan berpengaruh terhadap hasil-hasil latihan. Latihan dan pengajaran dapat berlangsung secara produktif jika pertumbuhan dalam diri individu kelak terjadi secara memadai, artinya otot, saraf dan otak harus berkembang dulu sampai tingkatan tertentu.
·       Pola-pola tingkang laku berkembang secara berurutan. Perkembangan adalah proses yang berlangsung secara teratur, selangkah demi selangkah. Setiap ketrampilan, sifat atau pengetahuan harus mempunya dasar-dasar yang mendahuluinya.
·       Laju perkembangan bersifat individual. Setiap individu memiliki laju perkembangan sendiri-sendiri. Beberapa anak mencapai kematangan lebih awal daripada anak-anak lainnya.
·       Perkembangan itu merupakan diferensiasi dan integrasi. Pertumbuhan fisik pada usia sebelum lahir merupakan gambaran yang jelas dari diferensiasi. Mula-mula bayi itu hanya merupakan sebuah sel yang bulat. Kemudian pada usia 9 minggu, tatkala sudah menjadi embrio, bagian-bagian badan dapat dengan jelas dibeda-bedakan. Perkembangan ketrampilan, konsep dan pengetahuan adalah contoh-contoh diferensiasi dan pengkhususan-pengkhususan. Adapun integrasi, yaitu tingkah laku yang terkoordinasi, harmonis, dan efisien terjadi bersama-sama dengan diferensiasi. Gambaran yang jelas dari integrasi antara lain tampak dalam berbicara. Seorang anak kecil mula-mula mengalami kesulitan untuk mengucapkan suatu kata. Ia membuka mulutnya lebar-lebar, menjulurkan lidahnya keluar, dan kemudian ia mengucapkan suatu kata yang mungkin dapat kita pahami. Selanjutnya integrasi terjadi, dan ia menjadi seorang pembicara yang fasih tatkala ia mengucapakan kata-kata dibarengi dengan gerakan-gerakan tangan, ekspresi muka dan sebagainya.
Sedangkan Yusuf (2008) menjabarkan prinsip-prinsip perkembangan sebagai berikut :
·       Perkembangan merupakan proses yang tidak pernah berhenti (never ending process). Manusia secara terus menerus berkembang atau berubah yang dipengaruhi oleh pengalaman atau beajar sepanjang hidupnya. Perkembangan berlangsung secara terus menerus sejak masa konsepsi sampai mencapai kematangan atau masa tua.
·       Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi. Setiap aspek perkembangan individu (fisik, motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional) satu dengan lainnya saling mempengaruhi. 
·       Perkembangan itu mengikuti pola atau arah tertentu. Setiap tahapan perkembangan merupakan hasil perkembangan dari tahap sebelumnya yang merupakan prasyarat bagi perkembangan selanjutnya.
·       Perkembangan terjadi pada tempo yang berlainan. Perkembangan fisik dan mental mencapai kematangannya terjadi pada waktu dan tempo yang berbeda (ada yang cepat dan ada yang lambat)
·       Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas. Dalam fase perkembangan selalu ada ciri-ciri tersendiri yang berlainan dengan fase yang lain
·       Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan/fase perkembangan. Prinsip-prinsip ini berarti bahwa dalam menjalani hidupnya yang normal dan berusia panjang individu akan mengalami fase-fase perkembangan : bayi, kanak-kanak, anak, remaja, dewasa, dan masa tua.
D.      TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN
Dalam rentang kehidupannya, manusia melewati tahap-tahap perkembangan dimana setiap tahap memiliki tugas-tugas perkembangan yang harus dikuasai dan diselesaikan. Sebagian besar dari kita ingin berusaha menguasai dan menyelesaikannya pada waktu yang tepat . Beberapa orang dapat berhasil, sedangkan yang lain kemungkinan tidak berhasil atau terlalu cepat dari tahap yang seharusnya.
Munculnya tugas-tugas perkembangan bersumber pada faktor-faktor berikut (Yusuf:2009);
a.         Kematangan fisik
b.         Tuntutan masyarakat secara cultural
c.         Tuntutan dan dorongan dari individu itu sendiri
d.        Tuntutan norma agama

Tugas-tugas perkembangan bagi setiap fase perkembangan dalam rentang kehidupan individu dapat diuraikan sebagai berikut:
a.         Tugas Perkembangan usia bayi dan kanak-kanak (0-6 tahun)
1.        Belajar berjalan
2.        Belajar memakan makanan padat
3.        Belajar berbicara
4.        Belajar buang air kecil dan buang air besar (toilet training)
5.        Belajar mengenal perbedaan jenis kelamin
6.        Mencapai kestabilan jasmani fisiologis
7.        Belajar memahami konsep-konsep sederhana tentang kehidupan sosial dan alam.
8.        Belajar melakukan hubungan emosional dengan orang tua, saudara dan orang lain
9.        Belajar mengenal konsep baik dan buruk
10.    Mengenal konsep, norma atau ajaran agama secara sederhana
b.         Tugas Perkembangan usia Sekolah Dasar (7-12 tahun)
1.        Belajar memperoleh keterampilan fisik untuk melakukan permainan
2.        Belajar membentuk sikap positif, yang sehat terhadap dirinya sendiri sebagai makhluk biologis (dapat merawat kebersihan dan kesehatan diri)
3.        Belajar bergaul dengan teman sebayanya
4.        Belajar memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya
5.        Belajar ketrampilan dasar dalam membaca, menulis dan berhitung
6.        Belajar mengembangkan konsep (agama, ilmu pengetahuan, adat istiadat) sehari-hari.
7.        Belajar mengembangkan kata hati (pemahaman tentang benar-salah, baik-buruk)
8.        Belajar memperoleh kebebasan yang bersifat pribadi (bersikap mandiri)
9.        Belajar mengembangkan sikap positif  kehidupan sosial.
10.    Mengenal dan mengamalkan ajaran agama sehari-hari.
c.         Tugas Perkembangan usia remaja (13-19 tahun)
1.        Menerima fisiknya sendiri berikut keragaman kualitasnya.
2.        Mencapai kemandirian emosional dari orang tua atau figur-figur yang mempunyai otoritas
3.        Mengembangkan keterampilan komunikasi interpersonal
4.        Mampu bergaul dengan teman sebaya atau orang lain secara wajar
5.        Menemukan manusi model yang dijadikan pusat identifikasinya.
6.        Menerima dirinya sendiri dan memiliki kepercayaan terhadap kemampuannya sendiri.
7.        Memperoleh self-control (kemampuan mengendalikan sendiri) atas dasar skala nilai, prinsip-prinsip dan falsafah hidup.
8.        Mampu meninggalkan reaksi dan penyesuaian diri (sikap dan perilaku) yang kekanak-kanakan
9.        Bertingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial
10.    Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan bagi warga Negara.
11.    Memilih dan mempersiapkan karir (pekerjaan)
12.    Memiliki sikap positif terhadap pernikahan dan hidup berkeluarga.
13.    Mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
d.        Tugas Perkembangan usia dewasa awal (20-40 tahun)
1.        Mengembangkan sikap, wawasan dan pengalaman nilai-nilai (ajaran) agama.
2.        Memperoleh atau mulai memasuki pekerjaan
3.        Memilih pasangan
4.        Mulai memasuki pernikahan dan hidup berkeluarga
5.        Mengasuh, merawat dan mendidik anak.
6.        Memperoleh hidup rumah tangga
7.        Memperoleh kemampuan dan kematangan karir
8.        Mengambil tanggung jawab atau peran sebagai warga masyarakat
9.        Mencari kelompok sosial (kolega) yang menyenangkan.
e.         Tugas Perkembangan usia dewasa madya (40-60 tahun)
1.        Memantapkan pemahaman dan pengalaman nilai-nilai agama
2.        Mencapai tanggung jawab sosial sebagai warga Negara
3.        Membantu anak yang sudah remaja untuk belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan bahagia.
4.        Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada aspek fisik (penurunan kemampuan dan fungsi)
5.        Memantapkan keharmonisan hidup berkeluarga
6.        Mencapai dan menpertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir
7.        Memantapkan peran-perannya sebagai orang dewasa, baik di lingkungan kerja maupun masyarakat.
f.          Tugas Perkembangan usia dewasa akhir (60 tahun - mati)
1.        Lebih memantapkan diri dalam mengamalkan ajaran agama
2.        Mampu menyesuaikan diri dengan menurunnya kemampuan dan kesehatan fisik
3.        Dapat menyesuaikan diri dengan masa pensiun (jika pegawai negeri) dan berkurangnya “income”, penghasilan keluarga.
4.        Dapat menyesuaikan diri dengan kematian pasangan
5.        Membentuk hubungan orang lain yang seusianya
6.        Memantapkan hubungan yang lebih harmonis dengan anggota keluarga (istri, anak, menantu, cucu dan saudara)

Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas, kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan tepat waktu. Sejak tahap perkembangan masa bayi, individu dapat diberikan pendidikan non formal sesuai dengan kebutuhannya untuk membantu menguasai tugas-tugas perkembangan.
Penting juga diketahui bahwa ada faktor-faktor yang mempengaruhi individu untuk menguasai dan menyelesaikannya. Faktor-faktor tersebut (Hurlock);

Faktor yang membantu
1.        Tingkat perkembangan yang normal
2.        Kesempatan-kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas dalam perkembangan dan bimbingan untuk menguasainya
3.        Motivasi
4.        Kesehatan yang baik dan tidak ada cacat tubuh
5.        Tingkat kecerdasan yang tinggi
6.        Kreativitas
Faktor Penghalang
1.        Tingkat Perkembangan yang mundur
2.        Tidak ada kesempatan untuk mempelajari tugas-tugas perkembangan atau tidak ada bimbingan untuk dapat menguasainya
3.        Tidak ada motivasi
4.        Kesehatan yang buruk
5.         Cacat tubuh
6.        Tingkat kecerdasan yang rendah

Kegagalan mencapai tugas-tugas perkembangan ini akan melahirkan perilaku yang menyimpang (delinquency). Penyimpangan-penyimpangan ini akan bervariasi sesuai dengan fase perkembangannya;

Penyimpangan yang terjadi pada anak yang berusia sekolah dasar antara lain;
1.      Suka membolos dari sekolah
2.      Malas belajar
3.      Keras kepala
Penyimpangan yang terjadi pada usia remaja antara lain;
1.        Suka mengisolir diri
2.        Meminum minuman keras
3.        Mengkonsumsi obat-obat terlarang atau narkoba
4.        Tawuran
5.        Malas belajar
6.        Kurang hormat pada orang tua atau orang dewasa lainnya.
Penyimpangan yang terjadi pada usia dewasa antara lain;
1.        Berselingkuhhan
2.        Menelantarkan kehidupan keluarga (istri dan anak)
3.        Menjadi biang keladi kerusuhan (provokator) dalam masyarakat
4.        Melakukan tindak kriminal
5.        Tidak melaksanakan perintah agama.
Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas, kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan dengan tingkat kualitas yang maksimal, dan meminimalisir terjadinya penyimpangan-penyimpangan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan non formal dapat diberikan kepada seseorang sepanjang rentang kehidupannya. Banyak yang bisa diberikan kepada individu untuk membantunya menguasai dan menyelesaikan tugas-tugas perkembangan, sesuai dengan kebutuhannya pada suatu tahap perkembangan. memberikan ketrampilan dasar untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

E.       KESIMPULAN
a.       Perkembangan tidak terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin membesar, melainkan didalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang terus menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju ketahap kematangan melalui, pertumbuhan, pematangan dan belajar.
b.      Dalam setiap fase kehidupan, individu dihadapkan pada tugas-tugas perkembangan yang harus di dijalaninya, setiap fase mempunyai karakteristik yang berbeda dan saling terkait antara satu fase dan selanjutnya.
c.       Tugas-tugas perkembangan yang tidak tertuntaskan akan berdampak pada penyimpangan perilaku individu. Maka dari itu perlu adanya motivasi dan dukungan dari semua faktor perkembangan, sehingga tugas-tugas perkembangan dapat dijalankan dengan hasil yang maksimal.

























DAFTAR PUSTAKA


Desmita, (2009), Psikologi Perkembangan, Cetakan Keempat. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Hamalik, Oemar (2004) Psikologi Belajar dan Mengajar, Cetakan Keempat. Bandung: Penerbit Sinar Baru Algensindo

Hurlock, Elizabeth B (1978) Perkembangan Anak. Jilid 1, Edisi Keenam. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Hurlock, Elizabeth B (1978) Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jilid 1, Edisi Kelima, . Jakarta: Penerbit Erlangga.

Yusuf, Syamsu & Nurihsan, Juntika (2009) Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Cetakan Keempat, Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Yusuf, Syamsu. (2009) Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Cetakan Kesepuluh, Bandung: PT Remaja Rosdakarya







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar